Daerah

400 Personel Terlibat Dalam Simulasi Gempa dan Tsunami di Lampung Selatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami/Istimewa

LAMPUNG SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami yang melibatkan 400 personel, dipusatkan di lokasi Wisata Kuliner Dermaga TPI Bom Kalianda, Selasa (6/11).

Simulasi tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi, memberikan pembelajaran kepada masyarakat bagaimana caranya menyelamatkan diri, dan memberikan pertolongan bagi para korban ketika bencana terjadi, sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban yang terdampak akibat bencana, mengingat Lampung Selatan merupakan daerah yang rawan terhadap bencana.

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan menurutnya,  simulasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kerawanan dan ancaman terjadinya bencana.

Baca Juga:  Bupati Winarti Realisasikan Program Air Bersih dan Sanitasi

Lebih lanjut,  Nanang mengatakan, antisipasi dini dalam bentuk simulasi bencana seperti ini menjadi arti penting bagi semua, sebab, berbicara bencana, tentu dirinya tidak bisa luput dariNYa. Dan disisi lain, juga tidak berharap bencana datang dalam kehidupan kita.

“Tentunya bencana itu tidak kita inginkan, akan tetapi, segala kemungkinan, kita harus tau dan faham bagaimana tatacara penanggulangan bencana. Sehingga jika benar-benar terjadi bencana, kita telah siap, dan tidak panik untuk bagaimana kita menyelamatkan diri,” katanya.

“Simulasi ini juga diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat siaga dan tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang datang,” tambah Nanang.

Sementara, Direktur Penanggulangan Bencana Kemendagri, Alfius Dailani mengapresiasi Pemkab. Lamsel yang telah menyelenggarakan simulasi gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga:  Kesbangpol Tuba : LSM Tidak Terdaftar Dianggap Ilegal

“Negara harus hadir ketika masyarakat terkena musibah. Pemerintah harus berada di depan ketika ada bencana. Negara punya kewajiban untuk melindungi bangsa dan negara serta seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Dailani.(SP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top