Politik

332 Amplop Senilai 16 Juta Milik Paslon Jadi Barang Bukti Gakkumdu

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanggamus/LS

TANGGAMUS – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanggamus tindak lanjuti laporan dugaan politik uang terkait Pilkada 2018, yakni Pemilihan Gubernur Lampung dan Bupati Tanggamus.

Laporan warga tersebut berasal dari Panwas Kecamatan Talang Padang yang menindaklanjuti laporan masyarakat Pekon Singosari dan Pekon Sinar Betung Kecamatan Talang Padang, terkait dugaan adanya politik uang di kedua pekon tersebut oleh oknum setempat.

Menurut Ketua Panwas Kecamatan Talang Padang Antoni Kurniawan, sudah menerima laporan warga tersebut pada Minggu (24/6), dengan isi laporan indikasi politik uang di Pekon Singosari dan Pekon Sinar Betung.

“Kami menerima laporan tersebut, langsung kami tindak lanjuti, dengan membawa warga pelapor dan terlapor langsung ke Panwaslu kabupaten untuk diproses sesuai peraturan,” katanya Minggu (24/6).

Sementara itu Ketua Panwaskab Tanggamus Dedi Fernando didampingi Anggota Panwas Bidang Pencegahan Ali Usman menerangkan, bahwa laporan warga tersebut masih dalam proses pembahasan, proses ini sesuai aturan akan berlangsung pembahasan selama 5 hari di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Baca Juga:  Besok, DKPP Periksa Ketua KPU Kabupaten Lampung Selatan

Adapun warga yang melaporkan berinisial IS, yang melaporkan oknum warga Pekon Singosari yang juga mantan Kepala Pekon, yang berinisial SM. Yang diduga oknum ini akan menjalankan aksi politik uang untuk memenangkan Pasangan Calon Gubernur nomor urut 3 (Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim) dan pasangan Calon Bupati Tanggamus nomor urut 2 (Samsul Hadi-Nuzul Irsan).

Kemudian, apabila dalam proses ini ditemukan unsur unsur adanya politik uang yang memenuhi alat bukti, maka kasus akan diserahkan ke proses selanjutnya yaitu proses hukum pidana sesuai peraturan

“Sementara yang kami input datanya, adanya pelapor, terlapor dan amplop yang diindikasikan berisi uang, yaitu yang sudah kami proses di Pekon Singosari diamankan sebanyak 332 amplop berisi nilai Rp50 ribu, yang dipecah menjadi Rp20 ribu dua lembar Rp10 ribu satu lembar, total Rp16 Juta lebih. Untuk laporan Pekon Sinar Betung baru akan diproses. Namun temuan ini belum bisa dijadikan acuan politik uang dari pasangan calon tertentu, masih perlu alat bukti yang akurat, jadi masih mengedepan azas praduga tak bersalah,” katanya.

Baca Juga:  Bawaslu Putusan Nasib Caleg PKB Hari Ini

Dedi menambahkan, dalam mengantisipasi adanya politik uang dalam masa masa tenang menjelang hari H pencoblosan pasangan calon ini. Panwas Tanggamus telah mensosialisasikan kepada masyarakat melalui pengumuman mobile, dan juga berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan pekon. Untuk diumumkan di masjid atau musola, agar masyarakat mewaspadai politik uang tersebut.

“Kami mohon masyarakat tetap tenang, biarkan kami bekerja maksimal, intinya setiap laporan akan kami tindak lanjuti, kemudian masyarakat harus tahu aturan pilkada. Yaitu pasal 187 A,  junto pasal 73 uu nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada,  yang isinya terkait politik uang, dimana yang memberi dan menerima terkena sangsi pidana, maksimal 36 bulan kurungan penjara dan denda Rp200 juta,” tandasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top