Modus

3 Koruptor Proyek Disdik Lamsel Divonis Hakim

Tiga orang terdakwa perkara tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat olahraga, di lingkungan Dinas Pendidikan Lampung Selatan/Net

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Negeri Tanjung Karang, kembali menggelar sidang lanjutan  tindak pidana korupsi, yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, pada tahun anggaran 2016 lalu, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,3 miliar lebih.

Dalam sidang kali ini, Senin (18/11), ke-3 terdakwa yakni Nur Muhammad, Yusmardi dan Zulfikri Rachman, disidangkan secara bergantian.

Ketiganya pun mendapatkan vonis yang berbeda dari majelis hakim, dengan vonis kurungan penjara selama 6 tahun kepada terdakwa Yusmardi, serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp460 juta, dengan subsidair 2 tahun kurungan penjara dan dikenakan denda Rp200 juta dengan subsidair denda yaitu penjara selama 6 bulan.

Baca Juga:  Dugaan Malpraktek, Polres Tulangbawang Mulai Periksa Dokter RS Asy Syifa

Sementara terhadap terdakwa Nur Muhammad, hakim memberikan putusan hukuman kurungan  penjara selama 4 tahun dan denda Rp200 juta dengan subsidair denda penjara selama 6 bulan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp274 juta lebih, dengan subsidair 2 tahun kurungan penjara.

Hakim pun menjatuhkan hukuman untuk membayar uang pengganti kepada terdakwa Zulfikri Rachman yang sebesar Rp82 juta, dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

“Juga memberikan vonis kepadanya dengan penjara selama 4 tahun dan denda Rp200 juta dengan subsidair denda yaitu penjara selama 6 bulan,” kata Hakim Ketua Syamsudin.

Diketahui dalam dakwaannya, ketiga terdakwa didakwa telah bersama – sama melakukan tindak pidana korupsi, dalam proyek pengadaan alat olahraga di 195 sekolah dasar, di Kabupaten Lampung Selatan, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,3 miliar lebih.

Baca Juga:  Jenazah Anonim Ditemukan Dalam Mobil Truk di SPBU Simpang Kates

Yusmardi, selaku pejabat pembuat komitmen, telah mengatur pemenangan lelang tender pengadaan alat olahraga yang menjadikan perusahaan milik Nur Muhammad dan Zulfikri Rachman, yaitu CV Mika Kharisma menjadi pemenang lelang.

Dari tender kurung yang dilakukan oleh Yusmardi, dirinya mendapatkan fee dari pagu anggaran sebesar 20 persen atau senilai Rp600 juta yang diberikan oleh Nur Muhammad, selaku kuasa Direktur CV Mika Kharisma.

Sementara menanggapi putusan dari majelis hakim, terdakwa Yusmardi melalui kuasa hukumnya menyatakan banding.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top