Pendidikan

3 Guru Penggerak Literasi Jelajah Desa Berbagi Buku di Gubuk Ilmu

3 Guru Penggerak Literasi Jelajah Desa Berbagi Buku di Gubuk Ilmu/MAS

Suluh.co – Empat buku antologi puisi karya siswa-siswi SMKN 3 Purworejo yang pekan lalu di launching, oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Nikmah Nur Baiti, didistribusikan ke rumah belajar Gubuk Ilmu, Desa Rendeng, Dusun Tirip Gebang, pada Minggu (6/6) kemarin.

Nuryati, calon kepala sekolah, Sulastri, kepala Perpustakaan SMKN 3 dan Rini Setyowati guru Bahasa Indonesia, adalah tiga guru penggerak literasi di Kabupaten Purworejo yang giat melakukan blusukan untuk menebarkan niat baca di kalangan masyarakat.

Desa Rendeng sendiri terletak kurang lebih 5 kilometer dari alun-alun Purworejo, meski jaraknya dekat dengan pusat kota, namun akses yang dilalui cukup berat terlebih jika menggunakan kendaraan roda emapt, namun semua akan terbalaskan dengan suasana pedesaan yang asri.

Baca Juga:  Kades Ketangi di Kecamatan Purwodadi Resmi di PAW, Hartono Raih Suara Tertinggi

Kedatangan tiga guru penggerak literasi disambut baik oleh Zakaria, ketua pemuda pemudi Dusun Tirip, Lestari dan Tria, sebagai penggerak literasi Gubuk Ilmu.

Tetap menerapkan protokol kesehatan, Nuryati, menyampaikan, meski anak-anak tinggal di pedesaan, anak-anak harus memiliki cita-cita besar.

“Jangan berhenti sebagai manusia biasa dengan rutinitas yang biasa, dengan literasi anak-anak bisa menjadi manusia yang luar biasa, mengenal dunia lebih luas dan membawa perubahan yang baik untuk keluarga dan lingkungan,” terangnya.

Ia berpesan, regenerasi harus terus dilakukan jangan berhenti, seperti siswa SMP bisa mendampingi yang TK dan SD, dan yang sudah waktunya bekerja yang baik dan terus peduli dengan literasi.

Sementara, Sulastri menjelaskan, empat buku yang diberikan yaitu “Membingkai Bersama Pustakapandai” merupakan antologi puisi dari 50 karya terbaik tingkat sekolah yang diikutkan dalam Lomba Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional 2020,  karya kelas  X “Torehan Tinta di Masa Pandemi”  karya antologi puisi kelas XI “ Jejak Pena Berselimut Duka” dan karya siswa kelas XII “Memandang Cakrawala”

Baca Juga:  Nanda Indira Dendi Minta Sekolah Perketat Larangan Siswa Membawa Handphone  

“Kedepannya gubuk Ilmu dan perpustakaan SMKN 3 bisa bekerjasama, kami siap untuk membantu mencetaknya antologi puisi dari anak-anak Gubuk Ilmu,” terangnya.

Ditempat yang sama, Zakaria, ketua pemuda pemudi Dusun Tirip, sangat berterima kasih atas kunjungan dan motivasi dari guru penggerak literasi.

“Saya dan teman-teman menjadi merasa tidak sendiri, kunjungan ini memberikan semangat dan motivasi lebih lagi bagi kami,” ujar dia.

Diceritakan, bahwa Gubuk Ilmu memiliki kurang lebih 30 anak didik dari TK hingga SMA/SMK, sedangkan pendamping dari volunteer dan juga pemuda desa.

 

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top