Ekonomi

2017 Angka Kemiskinan dan Buta Huruf Turun, Pemprov Kejar Paket Pendidikan Putus Sekolah

Kepala Bappeda Provinsi Lampung Taufik Hidayat/Ist

 

BANDARLAMPUNG – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mengurangi angka kemiskinan dan buta huruf di Provinsi Lampung telah mencapai target pada tahun 2017.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung melalui Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Taufik Hidayat, di lingkungan kantor Gubernur Lampung.

Menurut Taufik, angka kemiskiskinan di Lampung pada bulan September 2017, dengan jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Lampung mencapai 1.083,74 ribu orang (13,04 persen), berkurang sebesar 47,99 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 1.131,73 ribu orang (13,69 persen).

Baca Juga:  Agrowisata Kopi, Lada dan Kakao Lampung Mulai Dikembangkan

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 10,03 persen turun menjadi 9,13 persen pada September 2017.Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 15,08 persen turun menjadi 14,56 persen pada September 2017.

Menurutnya, permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan kompleks dan multidimensional sehingga upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komperhensif yang mencakup aspek seluruh kehidupan.

Kata Taufik juga, kemiskinan terjadi karena kemampuan masyarakat sebagai pelaku ekonomi tidak sama, sehingga terdapat penduduk yang tidak dapat ikut serta dalam proses pembangunan atau tidak ikut menikmati hasil pembangunan.

Sedangkan Angka buta huruf telah mencapai 100 persen tidak ada lagi target penanganan buta huruf di Provinsi Lampung. Kendati demikian, masih banyaknya penduduk Lampung yang berusia 25 tahun pendidikannya masih rendah, ada yang tamat Sekolah Dasar, sehingga Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) rendah.

Baca Juga:  Bank Indonesia Sosialisasi GPN Pengganti ATM

“Ini disebabkan penduduk Lampung yang berusia 25 tahun tidak mau belajar dengan alasan mereka sudah tua,” jelas Taufik.

Lanjutnya, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, telah mengambil solusi agar penduduk Lampung yang tamat Sekolah Dasar (SD) dan berusia 25 tahun atau yang sudah usia lanjut bisa belajar melalui paket a,b,c.

“Pemerintah terus programkan paket a,b,c, yang sampai saat ini masih berjalan,” tandasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top