Modus

2 Napi Lapas Rajabasa Kedapatan Order Sabu Dituntut 15 Tahun

Sidang perkara narkoba dari balik jeruji besi/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Dua orang narapidana Lapas Rajabasa, Bandar Lampung, kembali harus menjalani persidangannya, terkait perkara narkotika yang lagi-lagi dijadikan bisnis dari balik jeruji besi. Keduanya akhirnya dituntut oleh jaksa dengan  penjara selama 15 tahun.

Alan Handa Perkasa, Edwin Winarto, M Irsan, dan Kuswandi, dua di antaranya berstatus narapidana di Lapas Rajabasa.

Didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, untuk mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa dari Kejari Bandar Lampung.

Dengan menjerat ke-empatnya menggunakan pasal 114 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1, Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika.

Baca Juga:  Ketua DPRD Lamteng dan Rombongan Ditahan KPK

“Menuntut Alan Handa Perkasa dan Erwin Winarto, dengan hukuman pidana penjara selama 15 tahun dan diwajibkan membayar denda Rp1 miliar, dengan subsidair denda yaitu penjara selama 6 bulan,” kata Jaksa Yanti Agustin, Selasa (13/8).

Sedangkan untuk terdakwa M Irsan dan Kuswandi, jaksa menuntut keduanya dengan hukuman yang sama rata, yaitu dengan tuntutan pidana penjara selama 14 tahun dan denda sebanyak Rp1 miliar rupiah, dengan subsidair denda pidana penjara selama 6 bulan.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa pada sidang sebelumnya, k-eempat terdakwa didakwa telah bersalah, dengan berbisnis barang haram narkotika jenis sabu dan extacy, dengan berat total sabu mencapai 100,6 gram serta 1985 butir pil extacy.

Baca Juga:  Siswi SMP Drop Out Gegara Dihamili Pensiunan PNS

Narkotika tersebut dipesan oleh terdakwa Alan dan Edwin, dari balik penjara dari seorang bernama Jhoni yang berada di Medan, Sumatera Utara, yang kemudian dijemput oleh terdakwa M Irsan dan Kuswandi, atas perintah Alan dan Edwin dengan upah sebesar Rp1 juta.

Sementara sidang lanjutan perkara ini akan kembali digelar pada Selasa pekan depan, dengan agenda sidang yaitu pembacaan nota pembelaan dari keempat terdakwa.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top