Iklan
Bandar Lampung

2 Juta Anak Lampung Bakal di Imunisasi Campak Rubella

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, saat menggelar jumpa pers perihal imunisasi Campak dan Rubella/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, akan menggelar imunisasi massal Campak – Rubella se-Lampung pada Agustus – September 2018 mendatang.

Hal ini sebagai upaya pencegahan penularan penyakit campak dan rubella di masyarakat dengan cara pemberian imunisasi vaksin MR pada anak secara massal untuk usia  9 tahun hingga kurang dari 15 tahun dengan capaian target mencapai 95 persen.

“Pada satu Agustus nanti, imunisasi MR akan dilakukan di sekolah se-provinsi Lampung untuk 2 juta anak, baik  PAUD,TK,SD,MI,SMP,MTs sederajat.  Kemudian pada September, imunisasi dilakukan di posyandu, polindes,poskesdes,puskesmas, puskesmas pembantu, RS dan fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinkes Lampung, Yenni Ekawati Ibrahim, Senin (30/7).

Tujuan khusus pelaksanaan imunisasi massal dan intoduksi Measles Rubella (MR), yakni meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap virus campak dan rubella secara cepat. Kedua memutus transmisi virus campak dan rubella. Ketiga, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella serta menurunkan angka Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Baca Juga:  Dinkes Lampung Akui Tak Ada Permintaan MUI Lampung Untuk Menunda Imunisasi

“Penyakit ini tidak bisa diobati, namun bisa dicegah melalui imunisasi dengan vaksin MR. selain itu, Imunisasi MR tidak memiliki efek samping dan aman diberikan kepada anak  yang sudah mendapat vaksin MMR. Vaksin MR ini juga untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian,” ucapnya

Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh virus campak dan rubella yang sangat menular. Penyakit ini ditularkan melalui percikan bersin dan batuk.

Adapun gejala penyakit campak ini, demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk batuk, filek dan mata merah (konjungtivitas). Sementara gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Untuk gejala umum berupa demam ringan, pusing,pilek, mata merah dan nyeri persendian mirip flu.

Baca Juga:  Pergub Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan di Lampung Selesai Awal Tahun 2019

“Bahaya campak ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian. Pada tahun 2000 tercatat lebih dari setengah juta anak meninggal karena komplikasi penyakit campak,” jelasnya.

“Penyakit Rubella merupakan penyakit ringan pada anak, tetapi bisa menulari ibu hamil pada trisemester pertama atau awal kehamilan yang bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang baru dilahirkan, kecacatan itu dikenal sebagai sindroma rubella congenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak mata, kutulian dan keterlambatan perkembangan,” tambahnya lagi.

Saat disinggung apakah vaksin MR ini aman , ia menjelaskan bahwa vaksin MR yang digunakan mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari BPOM serta telah digunakan lebih dai 141 negara di dunia.

“MUI juga sudah mengeluarkan fatwa  nomor 4 tahun 2016 yang menyatakan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Dalam hal ini jika seseorang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa. Berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya maka imunisasi hukumnya wajib,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkot Bandar Lampung Imunisasi Massal Campak dan Rubella

Sementara itu, Rizki Ida Syafitri , Tim Komunikasi Unicef Jakarta, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pemberian imunisasi vaksin MR secara gratis untuk anak berusia 9 bulan hingga dibawah 15 tahun. Karena hal ini untuk memastikan setiap anak mendapat hak kesehatan.

“Kami mendukung penuh wacana dari pemerintah dengan capaian target mencapai 95 persen,” ungkapnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top