Bandar Lampung

2 Hotel di Labuan Bajo Disita Dalam Kasus Korupsi yang Bikin Karni Ilyas dan Gories Mere Ikut Diperiksa

2 Hotel di Labuan Bajo Disita Dalam Kasus Korupsi yang Bikin Karni Ilyas dan Gories Mere Ikut Diperiksa
2 Hotel di Labuan Bajo Disita Dalam Kasus Korupsi yang Bikin Karni Ilyas dan Gories Mere Ikut Diperiksa

2 bangunan hotel yang disita Kejaksaan Tinggi NTT dalam perkara korupsi aset negara yang dinilai menimbulkan kerugian 3 T di Labuan Bajo. Foto: Facebook Kejaksaan Agung.

Suluh.co – Kejaksaan Tinggi [Kejati] Nusa Tenggara Timur [NTT] dilaporkan melakukan penyitaan terhadap 2 bangunan hotel di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Kegiatan ini berlangsung didasarkan pada proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap aset negara di Labuan Bajo, yang dalam kasus ini diperkirakan negara merugi sebesar Rp3 triliun.

Laporan kegiatan ini diuraikan dan diungkapkan lewat laman Facebook Kejaksaan Agung, seperti yang dilihat Suluh.co, Sabtu, 19 Desember 2020.

“Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT menyita 2 bangunan hotel di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Penyitaan tersebut terkait penyidikan perkara dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo dengan kerugian negara mencapai Rp 3 triliun.

2 bangunan hotel tersebut berdiri di atas lahan dalam perkara dugaan penjualan aset milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang tengah diproses hukum saat ini. Penyitaan hotel tersebut disaksikan langsung oleh Lurah Labuan Bajo”. Demikian keterangan yang disampaikan Kejaksaan Agung.

Dari laporan Kompas.com, penyidik Kejati NTT juga sudah memeriksa dua warga negara Italia terkait kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Manggarai Barat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT Abdul Hakim mengatakan, dua warga negara asing itu diperiksa oleh penyidik Kejati di kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

“Dua warga negara Italia yang diperiksa sebagai saksi kemarin itu, berinisial FN dan MDR,” kata Abdul kepada, Jumat, 18 Desember 2020.

Abdul menjelaskan, dua WNA itu diperiksa sebagai saksi, karena selama ini beraktivitas sebagai pegiat pariwisata bersama seorang saksi lainnya bernama Veronika Sukur.

Abdul menyebut, Veronika Sukur merupakan pemilik dua unit hotel yang dibangun di atas tanah yang merupakan aset milik pemerintah Daerah Manggarai Barat, yang kini dalam proses hukum.

Rencananya, kata Abdul, dua unit hotel milik Veronika akan disita oleh Jaksa. “Proses selanjutnya, masih pemeriksaan saksi-saksi sampai tuntas,” ujar dia.

Dalam perjalanan kasus ini, penyidik Kejaksaan Tinggi NTT sempat memeriksa Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula terkait masalah tanah di Labuan Bajo ini.

Abdul menuturkan, dalam kasus sengketa tanah seluas 30 hektare di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo yang merugikan negara sebesar Rp 3 triliun itu, pihaknya telah memeriksa 50 orang sebagai saksi.

Selain Bupati Agustinus, lanjut Abdul, jaksa memeriksa Sekretaris Daerah KabupatenManggarai Barat, Asisten 1, Kabid Aset, Kabag Pembangunan dan ahli waris Ketua Adat Ramang Ishaka.

Jaksa juga sudah memeriksa Mantan staf khusus Presiden Joko Widodo, Gories Mere dan Pemimpin Redaksi TV One Karni Ilyas.

Kasus ini, kata Abdul, diselidiki Jaksa setelah menerima laporan dari masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Untuk saat ini, kasus tanah itu masih dalam tahap penyelidikan, untuk mencari dua alat bukti baru.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top