Daerah

18 Ribu Warga Tanggamus Terima PKH Tahap Satu

Program Keluarga Harapan Kabupaten Tanggamus/Ist

TANGGAMUS – Sekitar delapan belas ribu (18.444 ) keluarga miskin di Tanggamus, menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I. Dengan besaran dana mencapai Rp900 miliar.

Mewakili Kepala Dinas sosial Tanggamus Rustam, Kasi Pengembangan Sosial, Adang, mengatakan, pencairan mulai dilakukan sejak 20 Maret lalu dan terus berlangsung sampai saat ini.

“Targetnya sampai akhir bulan seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) menerima dana tersebut,” terangnya, Senin (26/3).

Lanjutnya, pencairan dilakukan oleh Bank Mandiri yang melibatkan unit di Talang Padang dan Gisting. Pencairan pun secara langsung lewat rekening penerima.

“Nanti mereka bisa ambil uangnya lewat penarikan di ATM bersama di bank, atau di tempat-tempat ATM link yang banyak tersebar,” ujarnya.

Baca Juga:  Puskesmas Negara Batin Beri Penyuluhan Tentang Penyakit Menular di Lapas Kotaagung

Ia juga menerangkan, dana bantuan PKH tahun ini ada penambahan sasaran, yakni warga lanjut usia. Setelah tahun lalu kategori warga disabilitas juga mendapatkannya. Maka dalam tahun ini ada tiga kategori sasaran yakni, ibu hamil atau miliki balita, memiliki anak sekolah, lansia, dan disabilitas.

Rincian masing-masing, ibu hamil ada 603 orang, balita 6.542 anak, anak pra sekolah (PAUD, TK) 580 anak, anak SD 15.529 anak, SMP 7.969 anak, SMA 4.770 anak, lansia 500 orang, dan lansia 58 orang.

Dari segi jumlah orang memang mencapai ribuan, namun penerima hanya ditujukan pada keluarga yang di dalamya maksimal dua kategori.

“Jika dalam satu keluarga miskin terdapat dua kategori sasaran maka dibatasi maksimal Rp2 juta setahun. Jika dibagi empat kali pencairan maka sekali cair Rp500 ribu. Sedangkan jika hanya ada salah satu kategori saja menerima Rp1,890 juta setahun,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Pesawaran Mulai Lidik Dugaan Korupsi PKH

Lebih lanjut adang mengatakan, khusus untuk KPM yang miliki komponen lansia dan disabilitas tidak dibatasi Rp2 juta, seperti komponen anak sekolah. Jika dalam KPM ada komponen anak sekolah dan lansia maka lebih dari Rp2 juta, sebab lansia dan disabilitas mendapat perlakuan tersendiri.

PKH sendiri merupakan bantuan untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan. Uang yang didapat harus dibelikan makanan untuk perbaikan gizi, dan untuk keperluan pendidikan anak yang sekolah. Dana dilarang untuk keperluan yang lain seperti membeli pakaian bukan seragam untuk sekolah.

“Harapannya lewat program ini tidak ada lagi masyarakat yang alami kekurangan gizi. Atau kondisi anak sekolah terganggu proses belajarnya karena kelengkapan seragamnya tidak ada,” ungkapnya.(SB/CD)

Baca Juga:  Pemkab Tulangbawang Siapkan 21 Miliar untuk Bayar THR

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top