Daerah

12 Orang Pembalak Liar Diamankan Tim Operasi Gabungan

Tim Operasi Gabungan, Gakkum KLHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, berhasil mengamankan 12 orang diduga pelaku pembalakan liar, dari kawasan hutan lindung Register 22 Way Waya, di Dusun VIII Sendang Dadi, Kampung Sendang Mulyo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH – Tim Operasi Gabungan, Gakkum KLHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, berhasil mengamankan 12 orang diduga pelaku pembalakan liar ketika sedang menebang,  mengangkut, memuat, membeli kayu dan menerima kayu jenis sonokling yang berasal dari kawasan hutan lindung Register 22 Way Waya, di Dusun VIII Sendang Dadi, Kampung Sendang Mulyo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah.

Kejadian yang terjadi pada (6/4) sekira pukul 02.00 WIB, turut diamankan barang bukti 1 (satu) unit mobil truck colt diesel beserta kayu log jenis sonokeling jumlah lebih kurang 52 batang, 1 (satu) unit mobil carry minibus beserta kayu log jenis sonokeling sebanyak 11 batang, dan sepeda motor 2 unit.

Diketahui, modus para pelaku, menebang pohon sonokeling, memotong, mengangkut dengan menggunakan sepeda motor dilanjutkan dengan mobil truck dan mobil minibus, selanjutnya dijual kepada pembeli atau penampung berinisial Ed lalu dijual ke Jp.

Baca Juga:  Warga Padang Ratu Dukung Pembangunan Ridho-Bachtiar

Kegiatan tersebut dilakukan tanpa ijin pejabat berwenang dan pengangkutan kayu tanpa memiliki dokumen angkut kayu yang sah. Kegiatan penebangan liar ini dilakukan pada malam hari dan hari libur  kerja untuk menghindari petugas.

Pelaku inisial IS, IMAM, SUM, Medi, Putu, Tm dan Ek, yang menebang dan memanen, memungut hasil hutan kayu sonokeling di dalam kawasan Hutan Lindung Reg 22 Way Waya.

Pelaku inisial HK, RD, As, berperan sebagai pengangkut kayu sonokeling dengan kendaraan mobil truck, mobil minibus dan sepeda motor dari dalam HL. Pelaku inisial Ed dan Jp selaku pembeli dan penjual kayu sonokeling  hasil pembalakan liar  tersebut.

Terhadap ke-12 pelaku pembalakan liar tersebut penyidik telah mendapat lebih dari dua alat bukti yang sah untuk ditetapkan menjadi tersangka sejak tanggal  8 April 2018

Pelaku juga dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan atau pasal 83 ayat 1 huruf a dan atau huruf b dan atau c, dan atau pasal 87 ayat (1) huruf a  UU No. 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman sanksi pidana penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda maksimal 2.500.000.000,00 (dua miliyar lima ratus juta rupiah).

Baca Juga:  Orang Tua Siswa di SMKN 1 Terbanggi Besar Keluhkan Pungutan Liar

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Edward Sembiring, menyampaikan, bahwa kegiatan operasi gabungan ini dilakukan oleh Balai Gakkum KLHK Sumatera bersama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

“Ini merupakan Operasi Gabungan kedua di tahun 2018,” kata Edward, Selasa (10/4).

Lanjutnya, operasi pertama sebulan yang lalu sudah menangkap  dan menahan cukong kayu jenis sonokeling an.Ibrahim, yang saat ini berkas perkaranya sudah dikirimkan kepada JPU.

“Kami berharap upaya penegakan hukum yang dilakukan ini memberikan efek jera, terhadap semua pelaku karena jika tidak maka Balai Gakkum KLHK Sumatera bersama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung akan terus melakukan proses hukum lebih lanjut sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri, menyampaikan, kegiatan pembalakan liar  jenis kayu sonokeling marak dalam dua tahun terakhir, dan upaya yang telah dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dalam 2018 ini telah berhasil melakukan penanganan kasus perkara pembalakan liar.

Baca Juga:  Mahar Rp 18 Miliar ke PKB, Chusnunia Chalim kembali Dipanggil KPK

Kata Syaiful, sudah lebih dari 5 kasus dengan 17 tersangka yang telah dan sedang diproses hukum oleh penyidik, yang telah P21 dan telah tahap 2 sebanyak 3 berkas perkara sedangkan 2 kasus masih dalam penyidikan.

Kegiatan operasi gabungan bersama Balai Gakkum LHK wilayah Sumatera dikawasan hutan lindung register 22 Way Waya mengamankan 12 orang tersangka pembalakan liar berserta barang bukti kayu jenis sonokeling.

“Diharapkan tindakan ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan kehutanan Provinsi Lampung dan upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan ini akan terus  lanjut di kemudian hari di Provinsi Lampung.(DD/WA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top