Iklan
Ekonomi

1 NIK Untuk 3 Kartu Perdana, Buat Pengusaha Outlet Meradang

Ratusan massa yang tergabung dalam KNCI Lampung, melakukan aksi damai, di depan Gedung DPRD Lampung/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Ratusan pengusaha kecil hingga menengah, yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Provinsi Lampung, menggelar aksi menolak pembatasan satu NIK (Nomor Induk Keluarga) untuk tiga kartu perdana dalam registrasi simcard pada smartphone, di depan Kantor DPRD Lampung, Senin (2/4).

Humas KNCI Lampung, Rio Parlindungan, mengatakan pihaknya juga meminta pertanggungjawaban Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI, yang melakukan pembohongan publik dengan mengatakan sudah memberikan kewenangan kepada outlet untuk registrasi ke-4 dan seterusnya secara mandiri di outlet.

“Kami juga menuntut agar Presiden Joko Widodo, turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Karena ada sekitar 5 juta pengusaha outlet berikut keluarga dan karyawannya yang menggantungkan hidup dengan usaha seperti ini,” tegas Rio, usai melakukan pertemuan dengan Komisi II DPRD Lampung.

Baca Juga:  Menunggak Pajak, Siap-siap Namanya Terpasang di Pusat Kota Bandar Lampung

Dirinya menegaskan, penghapusan satu NIK tiga nomor ini mutlak untuk dilakukan. Karena sudah mengganggu penjualan dan omset ekonomi para pelaku pengusaha outlet secara keseluruhan.

Untuk di Kota Bandar Lampung sendiri, kata Rio, dukungan aksi massa ini ada sekitar 900 ribuan outlet, Pringsewu 200, dan 200 dari Kota Metro.

“Kerugian akibat kebijakan ini begitu sangat terasa. Dimana kartu perdana yang sudah dijual kepada kami (outlet) dengan janji-janji bahwa kartu perdana itu sudah tinggal jual tanpa registrasi, ternyata tidak bisa. Saya sendiri punya sekitar 1900 kartu perdana Axis dan 500 perdana XL, baru saya beli,  lalu saya jual, di sore harinya banyak yang datang untuk mengembalikan kartu,” papar Rio.

Humas KNCI Lampung, Rio Parlindungan

Ketika dikonfirmasi, distributor kartu perdana mengaku, sudah melakukan hubungan komunikasi dengan operator yang menyebut semua nomor yang dijual sudah aman dari registrasi dan pemakaian data sudah tinggal pakai.

Baca Juga:  Lampung Optimistis Masuk 10 Besar Peringkat Daya Saing Nasional

“Kalau distributor XL contohnya, ada masa jual selama 2 minggu, kalau tidak maka kami kembalikan. Artinya semua berasal dari peraturan pemerintah yang asal mengeluarkan kebijakan,” harapnya.

Untuk diketahui, aksi massa KNCI Lampung, selain dilakukan di depan Kantor DPRD Lampung juga dihelat di Tugu Adipura (Bunderan Gajah), dengan diikuti oleh ratusan pengusaha outlet se-Lampung.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top